Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 April 2010

Negeri Awan



dalam termangu dan bisu,
khayalan menembus langit biru
menyibak awan yang berarak membentuk pulau-pulau
hewan, manusia, tokoh pewayangan dan…apakah itu?
Aku tergugu…awan tetaplah awan…berita bahagia bagi bumi yang tandus

Meskipun begitu..
retina ku selalu tak mau menangkap bayangan lain kala itu tak jemu, mengawasi pulau-pulau berubah-ubah dalam hitungan helaan nafas
anganku melayang mengikuti retinaku, seakan dunia berada dalam ` genggamanku

Asia, Afrika, Amerika, Eropa, Australia, Kutub selatan dan utara
Akankah hingga hayatku sirna, mengenalnya dalam telinga dan peta??
Tadabur Alam…memahami ayat…mungkin itulah alasannya
Alasan kenapa ku ingin kesana…

Orang lain boleh melihat awan sebagai mendung, kegalauan
Namun bagiku, awan adalah negeri impian
setidaknya itulah yang ditangkap oleh retinaku
dibenarkan oleh khayalanku…

Rabu, 03 Februari 2010

PUISI

Diam dan pejamkanlah matamu

Berhentilah memandang dunia

Yang membuat letih, dahaga

Kiranya, sadarkah kau untuk apa kau disana??

Diam dan pejamkanlah matamu

Dengarkan baik-baik bisikan hatimu

Jangan kau turuti nafsumu

Jika tidak, kau akan terbelenggu

Diam dan pejamkanlah matamu

Rasakanlah semilir sang bayu

Biarkan ia membelaimu

Dan dengarkanlah detak sang waktu

Sekarang, bukalah matamu

Hembuskan nafasmu

Keluarkan segala sampah yang ada dikepalamu,

Melalui hembusan nafasmu

Tetap bukalah matamu

Perhatikanlah sekelilingmu

Perlihatkanlah senyum terindahmu

Redamlah segala duka mu

Sekali lagi ku bertanya padamu

Sadarkah kau akan hakikat keberadaanmu

Jika kau belum juga tahu,…

setidaknya..Kini dunia tl’ah menjadi milikmu