Lagi-lagi cuma bisa berbisik “Subhanallah” di dalam hati mendengar suara merdu mbak Ella (instruktur yang juga merupakan ketua PDNA Kota Malang) membaca surat Al Mukminun dengan menggunakan lagu Hijaz. Suara mbak Ella meliuk-liuk indah, dari oktaf tinggi, sedang, rendah diselingi dengan vibrasi yang serasi (he…he...pake istilah sendiri). Bulu-bulu sampai berdiri kompak, tegak grak…kayak paskibra sedang latihan baris berbaris (maaf kalo perumpamaannya ngelantur gini.., maklum yang nulis ini alumni paskibra juga..). Sungguh, alangkah bahagianya jika bisa membaca surat cinta dari Yang Maha Mencintai dengan tartil yang indah.
Bukankah DIA memang memerintah kita agar membaca Al Qur’an secara tartil?? Ternyata jika Al Qur’an jika dibaca secara tartil akan memberi pengaruh dan kesan lebih dahsyat bagi qalbu, apalagi jika disertai dengan pemahaman terhadap arti dan maknanya. Nah…ini dia masalahnya, sebagai anak manusia yang terlahir jauh dari jazirah Arab dan tidak pernah mengenyam pendidikan pesantren aku memang tidak bisa berbahasa arab.
Hmmm… jadi ingin kuliah Ma’had Abdurahman Bin Auf di UMM (
Tidak ada komentar:
Posting Komentar