Alunan Hijaz di PDM Malang

Sabtu kemarin adalah kali pertama aku ikut pertemuan rutin anggota PDNA Kota Malang. Selama keikutsertaanku sebagai anggota PDNA aku memang belum pernah mengikuti meeting mingguan ini. Subhanallah, acara dibuka dengan kultum dan dilanjutkan dengan tilawatil qur’an menggunakan irama Hijaz. Karena ini adalah hari perdanaku tentu saja aku belum bisa, jadi cuma ikut-ikutan aja (*was-was, kira-kira suaraku merusak nada nggak ya??), sambil merekam suara instruktur dengan menggunakan hp.

Lagi-lagi cuma bisa berbisik “Subhanallah” di dalam hati mendengar suara merdu mbak Ella (instruktur yang juga merupakan ketua PDNA Kota Malang) membaca surat Al Mukminun dengan menggunakan lagu Hijaz. Suara mbak Ella meliuk-liuk indah, dari oktaf tinggi, sedang, rendah diselingi dengan vibrasi yang serasi (he…he...pake istilah sendiri). Bulu-bulu sampai berdiri kompak, tegak grak…kayak paskibra sedang latihan baris berbaris (maaf kalo perumpamaannya ngelantur gini.., maklum yang nulis ini alumni paskibra juga..). Sungguh, alangkah bahagianya jika bisa membaca surat cinta dari Yang Maha Mencintai dengan tartil yang indah.

Bukankah DIA memang memerintah kita agar membaca Al Qur’an secara tartil?? Ternyata jika Al Qur’an jika dibaca secara tartil akan memberi pengaruh dan kesan lebih dahsyat bagi qalbu, apalagi jika disertai dengan pemahaman terhadap arti dan maknanya. Nah…ini dia masalahnya, sebagai anak manusia yang terlahir jauh dari jazirah Arab dan tidak pernah mengenyam pendidikan pesantren aku memang tidak bisa berbahasa arab.

Hmmm… jadi ingin kuliah Ma’had Abdurahman Bin Auf di UMM (ini bukan promosi),soalnya temanku yang kuliah di sana sekarang sudah bisa cas cis cus dengan tajwid dan qalqalah, halah..apa maksudnya…maksudnya dia udah pandai berbahasa arab dan membaca kitab-kitab literatur dari Timur Jauh sana. Kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa arab gundul yang hanya bisa kulihat di toko-toko dan dipameran buku tanpa berani membuka, malu gitu loh karena gak ngerti maksudnya.

Tidak ada komentar: