Yang namanya manusia itu memang nggak ada puasnya. Tapi tergantung manusianya juga sich… kalau tidak pandai bersyukur, ya… pastinya akan selalu merasa kurang dengan apa yang telah didapatkan. Begitu juga dengan diriku beberapa waktu yang lalu. Sesaat setelah lulus kuliah aku merasa bahwa perjuanganku selama hampir empat tahun (baca:kuliah) kurasakan sia-sia. Apa pasalnya??
Masalahnya sederhana saja, hanya karena setelah lulus kuliah aku tidak segera mendapatkan pekerjaan yang menurut orang-orang (menurutku juga sich…Saat itu, bukan sekarang) menjadi tolak ukur bagi keberhasilan seseorang. Semua orang di tempat kerja bertanya, “sudah melamar kerja kemana??”, “sayang loh ijazah S1-nya kalau nggak dimanfaatkan”, “masa’ lulusan S1 bekerja sebagai OP (operator produksi)”, dan yang lebih menyakitkan lagi ada juga yang membawa-bawa gelarku ketika terjadi masalah di tempat kerja, (kata temen-temen sich…orang yang seperti itu karena tidak menyukaiku, betul ga ya??? Ah…I don’t care..) Cerita lengkapnya tentang masalah ini akan kuceritakan di lain edisi, janji dech…Uups… (Insyaallah).
Semua pertanyaan itu lama-lama membuatku berfikir bahwa aku harus secepatnya mencari pekerjaan lain. Aku sudah tidak memperdulikan lagi statusku sebagai karyawan tetap dengan segala fasillitas yang seharusnya bisa kunikmati. Dan yang lebih parah lagi di dalam berdo’a aku seakan-akan “memaksa” TUHAN untuk mengabulkan rencana dan keinginanku. Bukankah TUHAN memiliki rencana yang lebih baik dan tahu yang terbaik bagi hambaNYA???
Akupun mulai melakukan segala cara (tapi halal loh…), mulai dari mengikuti pelatihan recruitment yang diadakan di kampus, mengintip bursa kerja, berburu koran (bukan berarti jadi pengepul Koran bekas loh…, tapi koran yang ada info lowongan pekerjaan itu loh), ikut tes CPNS (padahal aku tidak ada keinginan untuk menjadi PNS, mengenai hal ini akan kuceritakan lain kali aja..) sampai bertanya tentang lowker ke teman-teman yang bekerja di perusahaan lain.
Jadi teringat nyanyian seorang pengamen di bus antar kota, “Andai saja aku anak Pak Peny Walikota, aku tak kan terhina, pikir-pikir daripada ku melamar kerja, lebih baik ku menunggu di lamar” hik..hik..>>>>>
Hmmm…, akhirnya…Banyak sekali lowongan yang kudapatkan, lowongan yang menurutku menarik (tapi entah mengapa hati ini nggak pernah sreg…) segera kudatangi, karena banyak juga sich lowongan yang nggak menarik... Yach…namanya juga manusia….bisanya hanya usaha, perkara hasil mana punya kuasa??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar