
dalam termangu dan bisu,
khayalan menembus langit biru
menyibak awan yang berarak membentuk pulau-pulau
hewan, manusia, tokoh pewayangan dan…apakah itu?
Aku tergugu…awan tetaplah awan…berita bahagia bagi bumi yang tandus
Meskipun begitu..
retina ku selalu tak mau menangkap bayangan lain kala itu tak jemu, mengawasi pulau-pulau berubah-ubah dalam hitungan helaan nafas
anganku melayang mengikuti retinaku, seakan dunia berada dalam ` genggamanku
Asia, Afrika, Amerika, Eropa, Australia, Kutub selatan dan utara
Akankah hingga hayatku sirna, mengenalnya dalam telinga dan peta??
Tadabur Alam…memahami ayat…mungkin itulah alasannya
Alasan kenapa ku ingin kesana…
Orang lain boleh melihat awan sebagai mendung, kegalauan
Namun bagiku, awan adalah negeri impian
setidaknya itulah yang ditangkap oleh retinaku
dibenarkan oleh khayalanku…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar