Tak terbayangkan bahwa pada akhirnya aku berada pada suatu senja dimana aku hanya mampu memandangi sisa-sisa semangatku yang terserak dimana-mana. Semangat yang telah dorman selama kurang lebih 24 bulan. Heran, aku sangat heran dari mana dulu aku mendapatkan semangat-semangat itu dan akhirnya kemana pula perginya?
Aku yakin, saat itu, adalah aku yang sebenarnya. Memang, saat ini pun secara fisik tidaklah jauh berbeda, hanya usia dan tanda-tandanya yang semakin menua. Dan, aku juga yakin bahwa semangat-semangat itu pula lah yang membuat langit senjaku selalu semburat dengan warna jingga. Ah... kemana perginya ia... Wahai siapa saja... bantulah aku menemukannya, menemukan semangatku yang pergi entah kemana.
Aku yakin, saat itu, adalah aku yang sebenarnya. Memang, saat ini pun secara fisik tidaklah jauh berbeda, hanya usia dan tanda-tandanya yang semakin menua. Dan, aku juga yakin bahwa semangat-semangat itu pula lah yang membuat langit senjaku selalu semburat dengan warna jingga. Ah... kemana perginya ia... Wahai siapa saja... bantulah aku menemukannya, menemukan semangatku yang pergi entah kemana.
2 komentar:
halo kak Yuki, Postingan ini sudah kadaluwarsa, harap menulis yang baru.
Mau baca!
Regards
Juandha
hehe.. iya, udah lama gak blogging sampai hampir lupa kalo pernah bikin blog, untung ada email pemberitahuan komentar TJ ... insyaAllah kl ada kesempatan (*sebenarnya selalu ada :-P ) sy posting lagi. thanks ya Dek, jd ingat kalo punya blog.
Posting Komentar